Program Acara (14 Aug 2007) :: Press Release (21 Juli 2007) :: Sponsor :: blog

MENGENANG SANG GURU

A Tribute to Anak Agung Gde Mandera and Gusti Made Sengog
The Greatest Legong Teacher and Musician of Peliatan, Bali

Pahlawan Seni
Anak Agung Gde Mandera (Gungkak Mandera)
1905-1986

Empu Tari Legong
Gusti Made Sengog (Niang Sengog)
1890-1972

Press Release [21.Juli 2007-Peliatan]

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena atas rahmatnya kami para murid dari Maestro Tari dan Tabuh Anak Agung Gde Mandera dan Gusti Made Sengog dapat berkumpul dengan maksud mengadakan serangkaian acara sebagai penghormatan, kasih sayang, dan rasa terima kasih atas semua ilmu dan pengalaman yang telah kami dapatkan dari kedua tokoh ini melalui proses pembelajaran dan pertunjukan pada masa lalu, dengan acara yang bertajuk “MENGENANG SANG GURU - A Tribute to Anak Agung Gde Mandera and Gusti Made Sengog”. Selain bertujuan memberikan penghargaan sedalam-dalamnya, juga mengembalikan kenangan kepada masyarakat, disertai harapan agar “gaya Peliatan” yang diajarkan Biang Sengog dan Gungkak Mandera tidak dilupakan, tetap dicintai dan dipelihara sebagai salah satu bentuk dalam khasanah seni pertunjukan Bali.

Sesuai dengan judul diatas, acara ini adalah untuk mengenang dua guru besar tari Legong dari Peliatan yaitu Anak Agung Gde Mandera dan Gusti Made Sengog

Para murid almarhum Niang Sengog dan almarhum Gungkak Mandera bermaksud mengadakan serangkaian acara yang ditujukan sebagai ungkapan rasa penghormatan, rasa kasih sayang, dan rasa terima kasih atas semua ilmu dan pengalaman yang telah mereka dapatkan dari kedua tokoh ini melalui proses pembelajaran dan pertunjukan pada masa lalu.

Gusti Made Sengog, yang kemudian lebih dikenal sebagai Niang Sengog, adalah seorang wanita penguruk (guru) Legong yang berasal dari Peliatan. Dalam buku “Dancing Out of Bali” karangan John Coast nama beliau tercantum sebagai pengajar tiga penari cilik di Peliatan yang kemudian mementaskan Legong Keraton di Amerika Serikat untuk pertama kalinya dalam sejarah dan meraih sukses yang gemilang pada tahun 1952.

Niang Sengog telah mengajarkan secara langsung lima generasi Legong Keraton untuk Sekeha Gong Gunung Sari dalam kurun waktu tahun 50-an sampai awal 70-an. Niang Sengog dikenal sebagai wanita tua yang sederhana, pendiam dan cenderung, galak. Ia selalu datang dengan sok (keranjang) berisikan beberapa alat keperluannya dan alat untuk mengunyah sirih. Saat mengajar, Niang Sengog tak segan memeluk, memegang dan membentuk penari dengan kedua lengan dan seluruh tubuhnya sendiri, sampai ia merasakan penari telah sempurna.

Beliau selalu didampingi oleh Anak Agung Gde Mandera yang mengiringi dengan memukul kendang sambil bergumam. Secara tak langsung, tanpa banyak berbicara, Niang Sengog telah berjasa memperkaya khasanah pelegongan di Bali. Ia telah ikut memberi andil menyukseskan kebudayaan dan pariwisata di Bali dan Indonesia. Beliau telah pergi mendahului kita pada tahun 1972. Walaupun pada akhir hayatnya masih sempat diminta mengajar di Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI), nama beliau tidak diabadikan dalam berbagai terbitan mengenai Legong, sebagai salah seorang empu tari yang sangat menonjol diantara sederetan guru Legong lainnya. Walaupun demikian, bagi para muridnya, beliau Sang Guru yang abadi dengan ajaran-ajarannya.

Setelah beliau tiada, Gungkak Mandera-lah yang mengajarkan beberapa generasi Legong gaya Peliatan sampai diakhir hayatnya. Beliau lahir tanggal 5 Maret 1905 dan sejak tahun 1928 mulai memimpin Sekeha Gong Gunung Sari. Beliau adalah seorang yang kharismatik dan selalu ramah dan penuh dengan segudang ide kreatif. Beliau adalah salah satu bagian dalam rombongan kesenian World Expo di Paris, memimpin rombongan ke USA pada tahun 1952 yang diprakarsai oleh John Coast. Bahkan beliau mempersunting dua penari Janger yang ikut rombongan tersebut, sehingga banyak dari putra putri beliau yang menjadi penari yang berbakat yang meneruskan kiprah di bidang seni pertunjukan di Peliatan sampai saat ini.

Gaya tarian yang diajarkan Niang Sengog dan Gungkak Mandera ini agak berbeda dengan guru yang lainnya: cenderung sangat dinamis penuh getaran dengan lengkungan badan condong kedepan serta dagu diangkat. Gaya ini kemudian menjadi kekhasan sekeha gong Gunung Sari di Peliatan dan dikenal dengan sebutan “Gaya Peliatan“.

Walau sekeha gong telah mengalami perubahan menjadi beberapa sekeha, sejumlah murid Niang Sengog dan Gungkak Mandera hingga kini tetap berkiprah dalam seni pertunjukan. Mereka aktif dalam pelatihan generasi berikutnya, berkreasi, mengadakan pertunjukan di Bali ataupun diluar Bali dan mancanegara. Antara lain, dari generasi pertama, Gusti Ayu Raka masih aktif mengajar tari anak-anak di lingkungan Museum ARMA di Ubud. Ibu AA Arimas dan almarhum Ibu AA Oka Salim almarhum beberapa waktu yang lalu pernah menampilkan gaya Peliatan yang khas pada acara pementasan seniman tua. Dari generasi ketiga, Bulantrisna mendirikan Bengkel Tari di Bandung dan Jakarta serta mengajarkan tari Legong dengan Gaya Peliatan, dengan pementasan terakhir Bedoyo Legong Calonarang di TIM (Taman Ismail Marzuki) Jakarta tahun 2006. Guruh Soekarno Putra mendirikan Swara Mahardika dan GSP (Gencar Semarak Perkasa) di Jakarta, membuat garapan tari Legong Untung Surapati dengan gaya Peliatan dan pengembangannya. Para anggota generasi keempat dan kelima hingga sekarang masih mengajar dan berpentas secara rutin dan sangat dikenal oleh masyarakat Bali sebagai penari khas Peliatan: AA Raka Astuti, AA Sri Utari, Niluh Man Sulasih, Luh Mas Sriati, Cok Istri Ratih Iriani, AA Gde Oka Dalem, dll.

Dengan tujuan memberikan penghargaan sedalam-dalamnya, para murid Niang Sengog dan Gungkak Mandera dari beberapa generasi akan mengadakan suatu acara khusus bertempat di Balerung Stage, Peliatan dan Ancak Saji Puri Agung Peliatan, yang dimulai dengan pameran foto dan pemutaran film dari 27 Agustus sampai 26 September 2007, dan selanjutnya pementasan tari-tarian pada tanggal Agustus 26, 27, 28 dan 29, juga ada pementasan pada acara penutupan tanggal 26 September 2007.

go TOP

PROGRAM

Opening Ceremony (26 to 29 Aug 2007)
Photo Exhibition (26 Aug to 29 Sep 2007)
Cultual Performance (26 to 29 Aug 2007, 26 September 2007)
Closing Ceremony (26 September 2007)

*** Dilarang memotret selama berlangsungnya pertunjukan ***

Sunday, 26 August 2007 6:00p.m.
Opening Ceremony at Balerung Stage, Peliatan

Opening of Photo & Film Exhibition
Dancers Reunion - 6pm at Balerung Stage
'Anak Agung Gde Mandera, Maestro Seni Tari dan Tabuh dari Peliatan' by Anak Agung Gde Oka Dalem
'Biang Sengog , Empu Legong Dari Peliatan' by Ayu Bulantrisna Djelantik

Sunday, 26 August 2007 8:00p.m.
at Balerung Stage, Peliatan

MALAM PERTUNJUKAN BARUNGAN GONG KEBYAR DAN SEMARA PEGULINGAN
Performance by Gunung Sari & Gunung Jati Teges Kanginan
(Classical Legong & other authentic dances of peliatan)

GUNUNG SARI
  1. Tabuh Kapiraja
  2. Tari Gabor (Pendet)
  3. Tari Legong Lasem
  4. Tari Kebyar Duduk
  5. Tari Legong Bapang
Gunung Sari
GUNUNG JATI
  1. Tabuh Solo
  2. Tari Legong Kuntir
  3. Tari Legong Pelayon
Gunung Jati teges kanginan

Monday, 27 Agusut 2007 8:00p.m.
at Balerung Stage, Peliatan

Performance by Genta Bhuana Sari & Tirta Sari
(Classical Legong & other authentic dances of peliatan)

TIRTA SARI
  1. Tabuh Sekar Gendot
  2. Tari Puspa Mekar
  3. Tari Legong Keraton Lasem [Lengkap]
  4. Tari Legong Semarandhana
Tirta Sari
GENTA BHUANA SARI
  1. Tabuh Kebyar Susun
  2. Tari Teruna Jaya [Lengkap]
  3. Tari Sabungan Ayam
Genta Bhuana Sari

Tuesday, 28 Agusut 2007 8:00p.m. at Peliatan Palace, Peliatan

Performance by Genta Bhuana Sari, Tirta Sari, Marching Band Universitas Warmadewa& Percussion
(The Works of Guruh Soekarno Putra & Oka Dalem)

Genta Bhuana Sari, Tirta Sari, Marching Band Universitas Warmadewa
  1. Tari Lambang Sari (Guruh Soekarno Putra)
  2. Tari Janger Kreasi (A.A.Gde Oka Dalem)
  3. Tari Gandrung (A.A.Gde Oka Dalem)
Padma Nara SwaraGenta Bhuana Sari
  1. Tari Legong Untung Surapati (Guruh Soekarno Putra)
  2. Tari Legong Sri Sedana (Guruh Soekarno Putra)
Tirta Sari

Wednesday, 29 Agusut 2007 8:00p.m. at Peliatan Palace, Peliatan

Performance by Bengkel AyuBulan,Jakarta & Genta Bhuana Sari, Tirta Sari

Bengkel AyuBulan Jakarta, Genta Bhuana Sari, Tirta Sari
  1. Tabuh Tirta Sari
  2. Tari Legong Kuntul Putih
  3. Oleg Tamulilingan

Tirta Sari

  1. Tari Kebyar Terompong
  2. Tabuh Sekar Jepun
  3. Tari Legong Mintaraga [Arjuna Metapa] (A.A.Bulantrisna Djelantik)

Genta Bhuana Sari

26 September 2007 --- Closing Ceremony 8:00p.m.
at Balerung Stage, Peliatan

Performance by Mekar Sari(Ladies Gamelan Orchestra), Genta Bhuana Sari, Tirta Sari

Mekar Sari, Genta Bhuana Sari, Tirta Sari
  1. -
Mekar SariGenta Bhuana SariTirta Sari

*** Dilarang memotret selama berlangsungnya pertunjukan ***

go TOP

OFFICIAL SPONSOR

PT.GUDANG GARAM Tbk Kediri Indonesia

HIS Tours & Travel (PT. Harum Indah Sari Tours & Travel)
KIA MOTORS (PT. Mobil Nasional Intim)
PT. CABANA INDO PASIFIC, Coal & Mining Trading
Yayasan MANDERA SRINERTYA WADITRA

MUSEUM TOPENG TEGAL BINGIN Mas Ubud / PT SAWIT RAKYAT INVESTOR, Jakarta / BEBEK BENGIL RESTAURANT, Ubud / MAYA UBUD RESORT & SPA, Ubud / KHRISNA GROUP / BANK BCA / BANK PERMATA, Jakarta / LAKA LEKE RESTAURANT, Ubud / CV BIDADARI, Ubud / YAYASAN BALI PURNATI, Sukawati / WAKA DI UME, Ubud / BATAN WARU RESTAURANT, Ubud / ARY'S WARUNG, ubud / MUNDA MATERNITY HOSPITAL, Semarang, Jawa Tengah / Bank NISP

DONATION

go TOP


PT.Cabana Indo Pasific *event flier dengan lokasi map [455KB] > download

*Informasi dalam bahasa Inggris click > English

*Informasi dalam bahasa Jepang click > Japanese




HOME > Bahasa > Event "Mengenang Sang Guru"